nulisindah

"Maka nikmat Tuhan mu manakah yang engkau dustakan"

KONSEP ETIKA DAN HUKUM

pada 12 Januari 2013

1. Etika

1.1 Pengertian Etika

            Istilah etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang artinya cara berpikir, kebiasaan, adat, perasaan, sikap, karakter, watak kesusilaan atau adat. Dalam kamus Bahasa Indonesia kata etika berarti sebagai sistem nilai atau sebagai nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pedoman bagi seseorang atau kelompok untuk bersikap dan bertindak.

 

1.2 Hubungan antara etika dengan norma

  1. Hubungan antara ETIKA dan ADAT-ISTIADAT

Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Adat istiadat dapat dimaksudkan dengan Etika perangai yang diartikan sebagai kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan bermasyarakat di daerah-daerah tertentu, pada waktu tertentu pula. Etika perangai tersebut diakui dan berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku. (Sumaryono (1995)

  1. Hubungan antara ETIKA dan AGAMA

Etika tidak dapat menggantikan agama. Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral. Pemeluk agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi.

Etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya sendiri. Oleh karena itu ajaran agama hanya terbuka pada mereka yang mengakuinya sedangkan etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama dan pandangan dunia. ( Etika Profesi, 2006).

  1. Hubungan antara ETIKA dan KEHIDUPAN KAMPUS

Etika adalah aturan mengenai nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi seseorang atau suatu kelompok dalam melaksanakan kegiatannya. Kehidupan Kampus adalah kehidupan yang berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan di dalam kampus.Etika kehidupan kampus adalah nilai atau aturan yang berkaitan dengan integritas warga kampus dalam hubungan satu sama lain sebagai komunitas intelektual.

 

2. Hukum

2.2 Pengertian Hukum

“Hukum sebagai suatu perangkat kaidah dan asas-asas yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat, mencakup pula lembaga (institutions) dan proses (processes) yang diperlukan untuk mewujudkan hukum itu dalam kenyataan.”(Prof. DR.Mochtar Kusumaatmadja ,S.H, LLM.)

 

2.1 Konsep Hukum Tradisional

Hukum = asas / kaidah / norma. Mazhab yang melandasinya adalah kerangka berpikir/teori  yang disebut positivisme hukum, yaitu sebagaimana nampak dalam ketentuan-ketentuan, perundang-undangan, aturan-aturan, dan lain-lain. Tokohnya yang terkenal : J. Austin, Hans Kelsen (ajarannya masih mempengaruhi perundang-undangan Indonesia).

Disebut tradisional karena sudah klasik dikembangkan pada pertengahan abad kesembilanbelas. Namun masih kuat pengaruhnya sampai sekarang termasuk di Indonesia (awal perkembangannya di Belanda). Konsep hukum ini berkembang di Eropa Kontinental. Karena konsepnya hukum dilihat sebagai suatu norma, maka metode penelitian hukumnya adalah metode penelitian hukum normatif.

Kritik terhadap konsep hukum tradisional ini adalah  Dalam pembuatan hukumnya (Undang-Undang) bisa saja ada interest/intervensi dari penguasa (hukum pesanan penguasa). Karena pembuatan hukumnya bersifat bottom up berasal dari atas/penguasa sehingga sifatnya tertutup (close minded).

Konstruksi hukum, dikenal dengan :

a. Argumentum a Contrario

Contoh : Bagi wanita hanya diperbolehkan kawin lagi setelah masa haidnya lampau. Jika dikontribusikan berdasarkan argumentum a contrario berarti tidak berlaku bagi pria (argumentum a contrario.)

b. Adanya Penghalusan Hukum

Misalnya ada suatu transaksi/peristiwa  hukum tetapi tidak diatur  dalam ketentuan Undang-Undang, namun hakim tetap  mencoba melakukan dengan Penghalusan Hukum.

Contoh :  Dalam KUH Perdata perjanjian jual beli, Hibah tidak diatur di perdata, maka dilakukan penghalusan hukum. Jual beli : mengasingkan benda, Hibah : sama menghasilkan benda walaupun tidak ada jual beli. Hakim boleh memperluas dengan Undang-Undang perjanjian jual beli.

c. Analogi

Dianalogikan à dipidana tidak boleh. Kasus A aturannya tidak ada à jika ada kesamaan dengan titik-titik kasus lain yang aturannya ada. à dalam perdata bisa dilakukan. Tokoh : J. Austin, Hans Kelsen

 

3. Etika dan Hukum

3.1 Perbedaan Etika dan Hukum

Etika berlaku untuk lingkungan profesi, Hukum berlaku untuk umum. Etika disusun berdasarkan kesepakatan anggota profesi, Hukum disusun oleh badan pemerintahan. Sanksi terhadap pelanggaran etika berupa tuntunan, sedangkan pada hukum berupa tuntutan.

Sumber :

  1. https://J:suarniamran.files.wordpress.com/2011/02/etika-dan-hukum-dalam-bisnis.ppt+konsep+etika+dan+hukum
  2. http://for7delapan.wordpress.com/tag/perbedaan-antara-etika-dan-hukum/
  3. http://ilerning.com/index.php?option=com_content&view=article&id=116:konsep-hukum-&catid=35:filsafat-hukum&Itemid=53

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

M&J Blog

A collection of ideas and company news from M&J Trimming in NYC.

Tulle and Trinkets

A pretty place for personal style, cooking, DIY, and home inspiration.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: