nulisindah

"Maka nikmat Tuhan mu manakah yang engkau dustakan"

Analisis Rasio Keuangan pada PT.Hero Supermarket Tbk

pada 17 Mei 2012

1.1 Profil Perusahaan

            PT. Hero Supermarket Tbk didirikan berdasarkan Akta Notaris Djojo Muljadi, SH., No. 19 tertanggal 5 Oktober 1971 yang telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.J.A.5/169/11 tertanggal 5 Agustus 1972. Anggaran dasar perseroan telah beberapa kali diubah sejak pendiriannya. Perubahan penting terakhir adalah sehubungan dengan perluasan kegiatan usaha membangun hipermarket. Perubahan tersebut dituangkan dalam Akta Notaris Yaumi Azhar SH., LLm No. 66 tertanggal 30 Maret 2001 yang telah disetuji oleh Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-01632 Ht.01.04 TH.2001 tertanggal 5 Juni 2001.

            PT. Hero Supermaket Tbk merupakan perusahaan berbentuk perseroan yang bergerak di bidang supermarket dan hipermarket, dimana perdagangan dan jasa dibagi dalam dua usaha eceran utama, yaitu eceran skala besar dan eceran skala kecil. Eceran skala besar terdiri atas usaha supermarket dan hipermarket, sedangkan eceran skala kecil berhubungan dengan kegiatan eceran khusus. Sejak memulai kegiatan usaha komersial pada bulan agustus 1972, PT. Hero Supermarket Tbk telah banyak mengalami peningkataan ini terbukti dengan dilakukannya penawaran umum perdana saham kepada masyarakat pada tahun 1989 dengan jumlah 1,76 juta lembar saham atau 15% dari 11,76 juta lembar saham yang ditempatkan dan di setor penuh perseroan. Saham yang ditawarkan kepada masyarakat dalam Penawaran Umum Perdana tersebut telah tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal 21 Agustus 1989.

            Perusahaan yang berkantor pusat di Jl. Jendral Gatot Subroto No. 177 Kav 64 Jakarta Selatan 12870 ini selalu didukung oleh seluruh gerai-gerai yang tersebar di kota–kota besar di Indonesia dalam melakukan kegiatan operasionalnya.

            Hasil kinerja PT Hero Supermarket Tbk di tahun 2004 menunjukkan peningkatan prestasi di seluruh unit usaha dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Walaupun patokan laba Perseroan belum mencapai tingkat yang diharapkan, akan tetapi implementasi strategi-strategi pada akhir tahun 2003 dan awal tahun 2004 telah mulai menunjukkan hasil nyata, ini dapat terlihat dari hasil penjualan sebesar 27% mencapai nilai Rp 3.781 miliar terus berkembang dengan pesat. Seluruh unit usaha mengalami pertumbuhan, terlebih lagi dengan adanya program pembukaan gerai baru Giant yang memberikan kontribusi tertinggi. Marjin laba kotor terhadap penjualan mencapai 18.9% sama dengan tahun 2003. Persentase laba kotor ini dapat dipertahankan dengan adanya tambahan dukungan dari para pemasok meskipun terdapat penambahan beban akibat marjin bisnis Giant yang lebih rendah. Beban usaha turun menjadi 17.6% dari 18.6% atas persentase penjualan. Selain itu prestasi perusahaan juga dapat terlihat dari peningkatan penjualan dan pengendalian biaya di tahun 2004.

            Dengan semakin berkembangnya bisnis retail modern di Indonesia serta didukung iklim ekonomi yang semakin stabil di setiap tahunnya, dapat diprediksikan bahwa persaingan di sektor ini akan terus meningkat. Meskipun demikian, PT. Hero Supermarket Tbk yakin memiliki daya saing berupa penyediaan bahan-bahan logistik yang berkualitas serta pelayaanan yang ramah terhadap konsumen.

            Berikut ini merupakan susunan anggota dewan komisaris dan dewan direksi PT. Hero Supermarket Tbk.:

  • Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Nurhajati

Komisaris Independen : Ali Darwin

Komisaris Independen : Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro

Komisaris : D.G Leonard Van Hien

Komisaris : Budi Setiadharma

Komisaris : Poh Sen Poi

  • Dewan Direksi

Presiden Direktur : Ipung Kurnia

Direktur : Mabel Thela

Direktur : Anton Lukmanto

Direktur : Holger Wagner

Direktur : Anthony Lee

Direktur : Abdul Latief

  • Tercatat sampai dengan 31 Desember 2006, Perseroan memiliki 10.667

Karyawan

1.2 Hasil Perhitungan Rasio Keuangan pada PT Hero Supermarket Tbk

TABEL 1.1

PT. Hero Supermarket Tbk

NERACA

(dinyatakan dalam jutaan rupiah)

KETERANGAN

2005

2006

AKTIVA    
AKTIVA LANCAR    
Kas dan setara kas

81,666

98,847

Piutang usaha
Pihak ketiga – bersih

72,054

89,948

Piutang Lain-lain
Pihak ketiga – bersih

9,874

13,934

pihak yang memiliki hubungan istimewa

133

112

Piutang pinjaman

6,9

6,9

Persediaan

401,521

427,941

Pajak dibayar dimuka

13,295

8,818

Beban dibayar dimuka

57,2

83,173

TOTAL AKTIVA LANCAR

642,643

729,673

AKTIVA TIDAK LANCAR
Biaya dibayar dimuka

208,714

161,042

Piutang pinjaman

26,401

61,769

Aktiva pajak tangguhan

48,554

49,924

Aktiva tetap

515,473

553,162

Goodwiil

29,544

25,609

Aktiva lain-lain

35,364

34,601

 TOTAL AKTIVA TIDAK LANCAR

864,05

885,567

JUMLAH AKTIVA

1,506,693

1,615,240

KEWAJIBAN
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Hutang bank dan cerukan

558

hutang usaha
pihak ketiga

512,612

518,182

Pihak Istimewa

4,206

2,946

Hutang lain-lain
pihak ketiga

106,608

80,681

pihak istimewa

66

2

hutang pajak

11,706

24,633

Beban yang harus dibayar

91,962

97,163

Kewajiban estimasian

11,16

8,359

Pendapatan diterima dimuka

14,679

6,966

Keuntungan tangguhan

6,311

6,266

TOTAL KEAWJIBAN JANGKA PENDEK

759,868

745,198

HAK MINORITAS
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Kewajiban estimasian

Hutang Bank

100

145

Kewajiban imbalan kerja

120,343

137,999

Keuntungan tangguhan

15,23

11,628

TOTAL KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

235,573

294,627

EKUITAS
Modal saham

164,71

164,71

Tambahan Modal disetor

71,225

71,225

saldo laba yang dicadangkan

10

15

saldo laba yang belum dicadangkan

265,317

324,38

Pendapatan Komprehensif lain
JUMLAH EKUITAS

511,252

575,415

     
TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS

1,506,693

1,615,24

Sumber : Pusat Referensi Pasar Modal Bursa Efek Jakarta

1.2.1 Rasio Likuiditas

a. Cash Ratio

Cash ratio = Kas + Efek

                        Hutang lancer

Tahun 2005 = 81,666 + 0 = 0,107 atau 10, 7%

        759,868

Hasil tersebut menandakan besarnya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan kas dan efek, yang berarti bahwa setiap Rp.1, -. hutang lancar akan dijamin oleh kas dan efek sebesar Rp.0, 107

Tahun 2006 = 98,847 + 0 = 0,132 atau 13, 2%

      745,198

Hasil tersebut menandakan besarnya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan kas dan efek, yang berarti bahwa setiap Rp.1, – hutang lancar akan dijamin oleh kas dan efek sebesar Rp.0, 132.

b. Current Ratio

Current ratio = Aktiva lancar

                        Hutang lancer

Tahun 2005 = 642,643 = 0,845 atau 84, 5%

     759,868

Hasil tersebut menandakan besarnya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan keseluruhan aktiva lancarnya, yang berarti bahwa setiap Rp.1, – hutang lancar dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp.0, 845.

Tahun 2006 = 729,673 = 0,979 atau 97, 9%

     745,198

Hasil tersebut menandakan besarnya kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan keseluruhan aktiva lancarnya, yang berarti bahwa setiap Rp.1, – hutang lancar dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp.0, 979.

c. Quick Ratio

Quick ratio = Aktiva lancar – persediaan

                        Hutang lancer

Tahun 2005 = 642,643 – 401,521 = 0,317 atau 31, 7%

        759,868

Perhitungan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan alat-alat likuid yang tersedia, yang berarti bahwa setiap Rp.1, – hutang lancer dijamin oleh alat likuid (aktiva lancar – persediaan) sebesar Rp 0,317.

Tahun 2006 = 729,673 – 427,941 = 0,404 atau 40, 4%

745,198

Perhitungan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan alat-alat likuid yang tersedia, yang berarti bahwa setiap Rp.1, – hutang lancer dijamin oleh alat likuid (aktiva lancar – persediaan) sebesar Rp 0,404.

1.2.2  Rasio Solvabilitas

a. Total Debt to Total Equity

Total debt to total equity ratio =        Total hutang

                                                                              Modal pemilik

Tahun 2005 = 995,441 = 1,947 atau 194, 7%

     511,252

Perhitungan diatas memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya melalui modal yang dimilikinya, hal ini berarti bahwa setiap Rp1, – modal dapat menutupi hutang sebesar Rp1, 947

Tahun 2006 = 1039,825 = 1,807 atau 180, 7%

      575,415

Perhitungan diatas memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya melalui modal yang dimilikinya, hal ini berarti bahwa setiap Rp1, – modal dapat menutupi hutang sebesar Rp1, 807

b. Total Debt to Total Assets

Total debt to total assets ratio =        Total hutang

                                                                         Total aktiva

 

Tahun 2005 = 995,441 = 0, 6606 atau 66, 06%

    1506,693

Hasil di atas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola kekayaan, hal ini berarti bahwa setiap Rp.1, – dari nilai aktiva dapat menutupi hutang sebesar Rp.0,6606

Tahun 2006 = 1039,825 = 0,643 atau 64, 3%

     1615,240

Hasil di atas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola kekayaan, hal ini berarti bahwa setiap Rp.1, – dari nilai aktiva dapat menutupi hutang sebesar Rp.0,643

c. Long Term Debt to Equity

Long term debt to equity ratio = Hutang jangka panjang

                                                Modal sendiri

Tahun 2005 = 235,573 = 0, 4607 atau 46, 07%

      511,252

Perhitungan di atas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya dengan menggunakan modal yang dimilikinya, yang berarti bahwa setiap Rp1, – hutang jangka panjang akan ditutupi oleh modal sebesar Rp. 0, 4607

Tahun 2006 = 294,627 = 0,512 atau 51, 2%

     575,415

Perhitungan di atas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya dengan menggunakan modal yang dimilikinya, yang berarti bahwa setiap Rp1, – hutang jangka panjang akan ditutupi oleh modal sebesar Rp. 0, 512

Refferensi : Eko Widodo, Miswanto, Manajemen Keuangan 1, Universitas Gunadarma,
Jakarta, 1998


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

M&J Blog

A collection of ideas and company news from M&J Trimming in NYC.

Tulle and Trinkets

A pretty place for personal style, cooking, DIY, and home inspiration.

%d blogger menyukai ini: