nulisindah

"Maka nikmat Tuhan mu manakah yang engkau dustakan"

Profesionalisme Pengelolaan Zakat dan Wakaf

pada 19 Mei 2012

            Zakat dan wakaf adalah dua lembaga Negara yang dibentuk oleh keputusan presiden dengan undang-undang yaitu dengan undang-undang wakaf dan undang-undang zakat. pengelolaan zakat dan wakaf secara professional merupakan suatu keharusan karena kedua lembaga ini memiliki potensi yang sangat besar. Wakaf misalnya, lebih dipresepsikan oleh masyarakat sebagai tanah, masjid, rumah anak yatim atau mungkin dipresepsikan sebagai tanah kuburan. Padahal kita mengenal dalam wakaf adanya wakaf uang atau wakaf produktif begitu juga dengan zakat.

            Wakaf merupakan salah satu instrument dalam upaya mengembangkan semangat berbagi didalam islam. Dan bukan hanya wakaf, semangat berbagi juga ada dalam zakat. Maksud dengan adanya zakat dan wakaf adalah agar harta kekayaan itu tidak hanya dinikmati oleh sekelompok rakyat kaya. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah dalam firmannya surat Al-Hasyr ayat 7 yang artinya “…supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…” . Dari ayat tersebut kemudian berkembang bagaimana supaya harta kekayaan yang dimiliki seseorang tidak hanya dinikmati dan dikuasai oleh pemilik itu sendiri, tetapi juga ada cara pendistribusian yang bisa dikembangkan. Berbagai macam cara dalam pengumpulan zakat, wakaf, waris, hibah, shodakoh dll yaitu melalui lembaga amil zakat yang berbadan hukum.

            Pada prinsipnya wakaf dan zakat itu berbeda. Dalam zakat hukumnya wajib sehingga lembaga amil zakat diperbolehkan untuk menagihnya bagi orang-orang yang telah cukup haulnya (harta sudah mencapai 1 tahun) dan nasabnya (seukuran 850 gram emas). Sedangkan wakaf hukumnya sunnah jadi merupakan suatu kesukarelaan. Oleh karena itu, kesadaran untuk berbagi didalam wakaf membutuhkan kesadaran yang lebih tinggi dari pada zakat.

            Dalam wakaf tidak bisa suatu asset wakaf langsung dibagi. Sebab Rasulullah SAW mengajarkan wakaf adalah menahan modal pokoknya atau asset pokoknya setelah itu dibagikan hasilnya. Hal inilah yang menyatakan bahwa wakaf membutuhkan produktifitasi. Salah satu jenis wakaf yang dapat diproduktifitasi adalah wakaf uang. Dari wakaf uang tersebut lembaga amil zakat berkesempatan untuk membuka suatu lapangan pekerjaan bagi rakyat kecil, dalam hal ini dapat dicontohkan dana wakaf uang bisa digunakan untuk membangun usaha budi daya jamur yang nantinya dapat diberdayagunakan bagi rakyat kecil yang belum memiliki pekerjaan.

            Wakaf uang merupakan suatu fenomena baru, artinya dahulu orang belum mengenal wakaf uang tetapi mereka lebih mengenal wakaf tanah kuburan dan masjid. Wakaf seperti tanah kuburan dan masjid disebut wakaf konsumtif karena membutuhkan biaya untuk perawatan dan penjagaan keamanan.

            Potensi wakaf sudah memiliki peran yang begitu besar dikalangan sejarah umat islam, wakaf sudah pernah mengangkat martabat serta derajat ummat islam bahkan peradaban islam Berjaya karena merupakan suatu asset yang dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan peradaban.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

M&J Blog

A collection of ideas and company news from M&J Trimming in NYC.

Tulle and Trinkets

A pretty place for personal style, cooking, DIY, and home inspiration.

%d blogger menyukai ini: